ALASAN SAYA PINGIN BELAJAR KE INGGRIS

Ini sekedar angan - angan saja, jikalau ada rejeki nomplok, saya, Mas Waditya sebagai Jubir KDRI kepingin berangkat belajar dalam hal perdesainan ke Inggris tepatnya di kota London. Kenapa eh kenapa ? Ini dia alasannya....
ICONIC

Apabila saya menyebut kata Inggris, salah satu yang tergambar di otak saya adalah topi polisi di sana. Bentuknya item menyembul ke atas, lucu dan unik. Gak aneh kalau orang - orang tergelitik untuk memilikinya sebagai souvenir.

Coba polisi Indonesia meniru tehnik ini, mungkin bisa membantu citra polisi kita menjadi menarik dan unik. Terus terang saja image polisi kita yang ada sekarang agak membosankan, susah diulik sebagai ikon yang menjual.

Mungkin bisa aja suatu saat polisi di Jakarta menggunakan topi Monas ? :P
Nah selain topi pak polisi, image yang terbesit di otak ketika kata Inggris muncul adalah desain benderanya yang bernama Union Jack.

Mereka dengan mudahnya menciptakan alat promosi negara melalui merchandise yang sebetulnya sangat mudah diciptakan di Indonesia. Gak kaget ya kalau banyak anak muda di Indonesia doyan banget nempel bendera Union Jack di kamarnya. Ayo ini PR buat marketer negara kita nih :) gimana caranya supaya orang Inggris pun doyan pasang bendera Sang Saka Merah Putih :p

Ekstrimnya sih bendera pun bisa jadi kolor kalau di Inggris, tapi kayaknya kalo di Indonesia butuh waktu lama untuk merealisasikan yang seperti ini he he
JADUL TAPI EKSIS

Jadi sirik nih, banyak turis pada rebutan foto ama penjaga istana. Sebuah warisan budaya jadul yang masih tetap dipertahankan. Nah, Indonesia kan kaya dengan kerajaan - kerajaan yang melimpah, bagaimana kalau para raja - raja itu mulai berbenah diri mempromosikan kerajaannya dengan pasukan yang berpakaian menarik. Secara kasatmata, Jogjakarta yang baru berhasil menjadikannya ikon wisata kerajaan yang menarik.

Ngeliat prajurit baris berbaris di Buckingham Palace, sebetulnya biasa aja, tapi ternyata banyak turis bersedia menunggu berjam - jam. Ada banyak misteri yang harus kita pelajari supaya budaya Indonesia juga ditunggu tunggu seperti ini.

Saya bersama istripun terbawa latah untuk menunggu parade prajurit yang cuma 5 menitan itu. Jaga - jaga juga siapa tau Ratu Inggris mendadak buka jendela dari lantai lima dari istana Buckingham.

Bis Kuno juga bisa dirias dengan grafis kontemporer.

Andaikan Metro Mini atau Mikrolet dikemas seperti ini. Negara bisa lebih kaya lagi :)
BIKIN LENGKET

Suatu saat ada teman sedang menggunakan kaos bertuliskan "Underground". Saya kira itu sebuah pergerakan musik rock independen. Tapi apa nyana, itu adalah istilah transportasi kereta di London.

Baru kali ini saya melihat banyak anak muda dengan bangga dan trendinya menggunakan kaos dengan logo transportasi.


ES CAMPUR

Pada awalnya ketika saya tiba di London, memiliki perasaan pesimis tentang citra Muslim akibat kejadian bom yang melanda London kapan tahun lalu ini. Ternyata gambaran itu sirna, setelah secara tidak sengaja melihat event besar menyambut Idul Fitri yang diadakan oleh Walikota London yang lagi ON itu :)

Mereka mengundang penyanyi timur tengah yang saya kira cukup terkenal :) (walau saya ndak kenal :p)

Lihatlah betapa ramainya partisipan yang ikut berpesta di tengah - tengah kota. Saya sebagai Muslim sungguh terharu dengan toleransi yang dilakukan oleh warga London.
Versi 360 Derajatnya nih..

Kendaraan Bis milik Polisi pun nggak kalah untuk berkosmetik dengan citra Timur Tengah yang kontemporer.
Kepekaan yang kompak, merangkul perbedaan dengan ikhlas.
Bagaikan es campur, beragam isinya, kalau diminum rasanya pun menjadi menarik.





Hal - hal sistematis seperti ini yang pingin Mas Waditya pelajari lagi apabila bisa berangkat ke Inggris lagi. Sebuah desain komunikasi untuk pariwisata yang patut kita adaptasi nih.
London memang Totally LondON! ON banget deh! Ayo Jakarta jangan kalah... mungkin bisa juga bikin brand "jakARTa", ART banget lah pokoknye.
YA KUNO YA CANGGIH

Kalo kita jalan - jalan di London banyak sekali gedung - gedung jaman bahula yang masih terawat. Gak kaget bila banyak turis merekam keeksotisan liuk tubuh gedung - gedung tersebut.

Akhirnya setiap bangunan menjadi objek wisata tersendiri. Budaya ini sebetulnya perlu dibiasakan juga ke pemegang kekuasaan di Indonesia. Kapan itu waktu saya pulang kampung ke Kota Malang, banyak sekali gedung - gedung tua yang sudah berubah menjadi ruko dengan desain ala kadarnya. Miris juga melihatnya.

London juga terpoles dengan tampilan bangunan - bangunan bercitarasa masa depan. Coba simak foto di atas ini. Bak torpedo yang siap meluncur ke angkasa. Orang - orang sana menyebutnya sebagai Cucumber Building.

Nah negara kita kan terkenal dengan aneka ragam sayuran, bagaimana kalau kita suatu saat menciptakan Terong Building atau Buah Merah Building :) Pasti bakalan banyak turis asing yang menfoto dan menempelkannya di Flickr.
Mari kita perbanyak ikon gedung - gedung yang unik.
Bonus video saya dan istri saya lagi joget dangdut dengan background khas London. Sok sok an bikin klip tapi jadinya ancur cucur.
EKSPRESIF

Apabila kita berjalan di tempat - tempat publik, beragam ekspresi bisa kita temui. Misalnya seperti mas yang ada di foto atas ini. Dengan teliti seniman ini menggambar dengan kapur untuk menghasilkan karya handal. Orang kita juga tidak kalah jagonya kan ? Mungkin tempat / ruang berekspresi yang belum bisa difasilitasi kali ya ?
Catatan :
- Simak juga ulasan pengalaman saya mengunjungi Stadion Chelsea
- Tulisan ini saya ikutkan untuk kompetisi blog yang diadakan oleh British Council
- Semua foto dan video adalah koleksi pribadi KDRI ketika melakukan dinas ke Inggris (kecuali foto kaos Underground...nyolong dari Google :) )
































