Sunday, November 23, 2008

Selalu Dukung PSS Sleman

Musim ini belum berhasil masuk Indonesian Super League tidak boleh menjadikan putus semangat bagi para prajurit Mataram. tetapi harus diakui dengan fasilitas dan atmosfer sepakbola yang kuat, terbuka peluang lebar di masa yang akan datang untuk PSIM, PSS, dan Persiba.

untuk PSS, tidak diragukan lagi. stadion maguwoharjo adalah bukti keseriusan mereka membangun persepakbolaan Mataram. tengok saja garapan pemerintah daerah sleman ini; berstandar internasional, khusus hanya untuk sepakbola, dan terjangkau oleh para slemania sempurna.


menapaki langkah menuju masa depan persepakbolaan industri, logo juga harus berkarakter. saya pun sebenarnya suka logo yang lama, mungkin karena terlanjur fanatik - enam setengah tahun tinggal di Sleman. tapi ya dicoba lah... saya juga tidak yakin.

SEBELUM


Logo sebelum itu fokusnya di siluet candi prambanan, peninggalan Mataram Kuno. ada padi dan kapas, dan cincin olimpiadenya. bagus, simple. terpaksa saja saya bikin redesign nya karena ada yang meminta heheheheh... maaf untuk rekan2 slemania, saya sebenere tetep cinta logo lama.

SESUDAH

Logo baru disesuaikan dengan identitas PSS Sleman sebagai salah satu "abdi dalem" keraton Nyayogyakarta Hadiningrat yang saya junjung tinggi. oleh karenanya untuk memberikan penghormatan kepada ibu pertiwi Mataram (Mater = die Muter = ibu pertiwi) maka logo PSS Sleman disesuaikan dengan posisi nya yang under the Patronage of His Majesty Sri Sultan Hamengkubuwono.


oleh karenanya harus menyertakan seal Crown berupa mahkota Sultan. dan oleh karenanya PSS Sleman menyandang nama; Royal Sleman.
bangga terhadap budaya Jawa, maka Royal Sleman tidak akan menggunakan tulisan Latin. tetapi digunakan Aksara Jawa. huruf "Sa" sebagai logo menjadi fokus di bawah patronase kesultanan dan juga sang saka Merah Putih sebagai representasi Indonesia, pemersatu perjuangan Bangsa. Merah putih juga digunakan sebagai panji-panji perjuangan Pangeran Diponegoro dari Mataram. Merah Putih juga digunakan oleh Majapahit yang menguasai Nusantara. Merah Putih juga merupakan Sang Saka bagi Indonesia - dan semoga the Great Indonesia di masa yang akan datang. Merah Putih adalah lambang kejayaan.

logo ini disematkan di dada dan dihormati dengan sepenuh khidmat untuk mengembalikan lagi kebesaran bangsa. logo serupa, dengan lambang Mahkota kesultanan juga akan disematkan pada logo Royal Mataram (PSIS) dan Royal Bantul (Persiba Bantul).


JERSEY

untuk jersey, saya kadang "gregeten" dengan tingkah perusahaan apparel yang tidak serius dalam menyediakan desain.


desain kostum musim lalu di atas, itu sebenere juga dipakai oleh PSMS di musim yang sama. weleh-weleh, tinggal ditempel2 badge dan sponsor aja. hmmm.... nelangsa betul. oleh karenanya mending minta ukuran hijau yang distandarkan, dengan desain yang simple tapi kualitas material dan pengerjaan yang professional. saran saya gunakan Puma. untuk sponsor, karena populasi sepeda motor Honda di Sleman bisa dikatakan Luar Biasa, maka layak bagi Honda untuk memberikan yang terbaik bagi Sleman.


demikian bagian satu dari seri prajurit Mataram, bersambung...
Indonesia Bisa, Mataram Bisa !!!

10 Comments:

Ogi said...

bagussss!
thanks dah buatin logo nya

phery said...

mantaaaaaaaaaaapp!!! sebagai sesama slemania saya salut dengan mas rum yang mau membuatkan logo PSS walopun cuman sekedar usulan. Siapa tahu nanti ada sayembara logo PSS. heheheh. Save Our PSS

rafi said...

wangun ... biar ada pembaruan dikit ... tapi kalo bisa desain jersey jangan polos pak, biar monoton kaya yang lain, model Liga Eropa wae ...

Anonymous said...

Bagus sih..cuman maen gradasinya kebanyakan bos

Anonymous said...

bagus...
tapi huruf 'sa' itu setahu saya nggak pake buntut yg di bwhnya itu.
yo, takutnya ntar yg lbh tau ttg hrf jawa protes lho...

Hysa said...

Elok..Sebenarnya Sleman itu kan bisa dikatakan gudangnya suporter sepak bola kreatif di tanah air, banyak elemen yang mendukung terutama anak muda dan mahasiswa, jadi ide-ide segar semacam ini seharusnya mudah diterima. Bagaimana Bapak-bapak pengurus PSS? Royal Sleman? Bagus tuh!

Rum said...

lho itu emang dibikin gaya huruf "sa" nya, tapi jelas itu bukan pangkon, bukan cakra, bukan lelet pula. kalau orang jawa pasti tahu bedanya lah.

kalau ada kaligrafi yang bagus untuk "sa" boleh juga dipakai, intinya ada pada semangat nya kok.

Yulian Ma'mun said...

Setelah PSS, Persiba dan Sriwijaya, selanjutnya apa lagi?
Terus Mas! karyanya ditunggu lho:D

Anonymous said...

nice, mas. cuma mungkin mending pake tipikal huruf jawa yang udah standar aja mas, a perlu bikin lekuk huruf baru. jadinya rada kayak huruf arab. kalo dari jauh, dengan huruf ngarab itu, ditambah begron ijo, serasa ngeliat negara syria, arab, dan sejenisnya. sori lho mas :)

Judha said...

Keren Mas Dab...
Tapi mungkin garis sambung antara mahkota ma objek dibawahnya bisa dibikin lebih rapi lagi bos.... PSS Till the Day I Die!