Thursday, June 26, 2008

TPI

Dapet kiriman oleh Aktivis KDRI yaitu Mas Rum Muhammad, dari Kota Parakan Jawa Tengah.
( rummuhammad@yahoo.com )

SEBELUM

Salah satu stasiun televisi yang berkomitmen untuk menjaga warisan kebudayaan indonesia adalah TPI. Dahulu televisi ini dikenal sebagai TV pendidikan. Meski sekarang lebih komersial, tapi ke-Indonesia-annya tetap masih terasa. Sayangnya, saya terganggu dengan logo nya yang ruwet. Semoga dengan merubah logo, branding image tentang ke-Indonesia-an semakin kuat.

Logo lama sepertinya diciptakan dalam suasana kebingungan. Font yang ”nyrekunthel-nyrekunthel” (keriting) itu mungkin maksudnya supaya terlihat lebih etnis, atau mungkin menirukan goyangan dangdut (karena stasiun TV ini komit terhadap perkembangan musik dangdut). Tapi kayaknya jadi pusing, mata berputar-putar ketika memperhatikan dari jarak dekat. Di atas huruf ’I” ada titik yang memancarkan sinar. Mungkin maksudnya matahari atau sumber cahaya lainnya.

SESUDAH

Logo baru sengaja untuk menggunakan warna hijau sebagai warna dasar utama (meski tidak menutup kemungkinan untuk digunakan warna lain dalam beberapa kesempatan - tergantung event). Warna hijau dipilih karena mencerminkan alam dan budaya indonesia. Kemudian hal itu dipertegas oleh pola batik di ujung kanan. Polanya didesain untuk memberikan kesan yang dinamis juga. Font ”TPI” tidak lagi keriting, tapi bold dan tegas. Semoga TPI sebagai Televisi yang peduli terhadap bangsa bisa menjadi jauh lebih profesional dan berkarakter. Bisa!

6 Comments:

Pribadi said...

Haha, saya suka kata2 ”nyrekunthel-nyrekunthel”nya.

panditanegara said...

mantabb bos!

Lildee said...

keereeeenn bos!!!

iniBudi said...

ribet... lagian dengan swirl seperti itu.. agak susah untuk terlihat jelas dilayar televisi... Yang ada malah jadi kayak gumpelan...

ume said...

mungkin itu bagus klo di layar komputer, gumpalan2 ornamennya kliatan jelas karna gede..

tapi di tipi?
di pojok kanan/kiri atas?
mm..
hehe..wa ndak yakin.. :))
*no offense*

Anonymous said...

wah..itu, dekoratifnya kok kaya tusuk konde