Thursday, June 12, 2008

SURAT KEPUTUSAN KDRI, NOMOR : 001 / KN0WL3DG3 / 2008

Maunya sih kayak menteri - menteri yang lain gitu, jadi ceritanya Kementerian Desain Republik Indonesia (belum/tidak sah) ini pingin mencoba memulai membuat surat keputusan yang bisa dilaksanakan oleh pihak terkait demi kepentingan Bangsa Indonesia. Jadi pada hari yang berbahagia ini, KDRI resmi meluncurkan Surat Keputusan Menteri yang perdana!


SURAT KEPUTUSAN
MENTERI DESAIN REPUBLIK INDONESIA (BELUM/TIDAK SAH)
NOMOR : 001 / KN0WL3DG3 / 2008


TENTANG
PENTINGNYA PENGGUNAAN KONSEP "KNOWLEDGE ECONOMY" DALAM MEMBANGUN BANGSA INDONESIA YANG TERCINTA INI


MENTERI DESAIN,

Menimbang :
  1. Bahwa pengertian Knowledge Economy adalah generasi yang mengeksploitasi ilmu pengetahuan sebagai bagian terpenting dalam menciptakan kemakmuran.

  2. Bahwa untuk memajukan negara Indonesia tercinta ini, kita musti mempopulerkan pengertian tentang Knowledge Economy ke masyarakat kita. Asal tau aja negara maju seperti Amerika, 60% pekerjanya adalah berbasis Knowledge Economy!

  3. Bahwa sejak 200 tahun yang lalu, menurut teori tradisional dalam membangun sistem ekonomi hanya mengenal 2 faktor yaitu buruh dan modal, ternyata itu salah besar! Ternyata ilmu pengetahuan itu adalah faktor ke 3 yang menentukan kemajuan ekonomi.
Mengingat :
  1. Liputan di berbagai macam media tentang Knowledge Economy.
  2. Liputan di berbagai macam media tentang pendidikan yang memprihatinkan di Indonesia.
  3. Pembahasan Knowledge Economy di Wikipedia.
  4. Pembahasan Visi Indonesia 2030 di Wikipedia.
Memperhatikan :
  1. Jumlah penduduk Indonesia sebesar 220 juta, bayangkan saja kalau ilmu pengetahuan sudah menjadi sarapan sehari hari, 220 juta potensi inovasi, kreasi, dan teknologi baru akan tercipta di negara Indonesia!
  2. Visi Indonesia 2030 untuk menjadi salah satu dari lima negara maju dunia bakalan tercapai apabila kita konsisten menerapkan prinsip knowledge economy.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :

Pertama :
Melegalkan masyarakat Indonesia untuk selalu menekan pemerintah Indonesia agar menganggarkan program pendidikan sebesar 20% pertahunnya.

Kedua :
Mengharuskan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia untuk fokus merubah konsep teknik edukasi yang dulunya hanya sekedar memberi informasi menjadi mendidik manusia untuk mengetahui bagaimana cara belajar yang benar.

Ketiga :
Mengharuskan masyarakat Indonesia baik secara organisasi maupun individu untuk memegang teguh prinsip "belajar sampai mati!".


Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 12 Juni 2008

Menteri Desain merangkap kurir,
t.t.d
Mas Gembol


Salinan surat Keputusan ini disampaikan Kepada Yth :
  1. Pelajar Indonesia ;
  2. Mahasiswa Indonesia ;
  3. Rakyat Indonesia.

12 Comments:

Edoth said...

Ketetapan Pertama dah oke! Kalo mau maju emang pendidikan hrs no.1
Kalo boleh dipertimbangkan untuk ketetapan ke2, perhatikan juga unsur kreatifitas, contohnya mas gembol ini. Coba kalo 80% masyarakat Indonesia kreatif, Jepang juga lewat....

Gabriella Alodia said...

mas gemboool! umumin ini dooonk! http://www.new7wonders.com/ VOTE FOR INDONESIA! abis kayaknya pemerintah kita ga peduli banget sama HAL INI!!

Robert Obeth said...

HOHOHOHO...TUMBEN TOPIKNYA NGANGKAT 'KNOWLEDGE ECONOMY'?

OWWWW...TAU AKU..PAK MENTERI IKUTAN BLOGGING COMPETITION di BRITISH COUNCIL(bcnow60.org)ITU YAH?

semoga menang & dapat juara I..
TETEP SMANGAT

KEMENTERIAN DESAIN INDONESIA said...

kwakakaka..sampeyan kok tau aja...yaa iseng iseng berhadiah lah :p

tongkiariwibowo said...

mas, saya sebagai seorang pelajar merasa berkewajiban meneruskan surat perintah ini. Akan saya posting di blog saya! MERDEKA!

SPHERE said...

Jepang pada saat kekalahan perang dunia II, yang pertama kali menjadi concern emang guru2nya siy..
ibaratnya, biarlah yg laen hancur, asalkan guru2 masih tetap ada..
kalo masalah kreatifitas siy, kita juga ga kalah ama Jepang ;)

KEMENTERIAN DESAIN INDONESIA said...

@gabriella
terima kasih untuk infonya..ntik kita umumin kok di kantor KDRI...huh siapa nih pemerintah yang ndak peduli?..biar kita jewer nih..

KEMENTERIAN DESAIN INDONESIA said...

@tongki
tetap semangat mas tongki..jangan lupa belajar tapi....tingkatkan prestasi..dan tetap kreatif!

KEMENTERIAN DESAIN INDONESIA said...

@sphere
setuju daku.

M.Syahrodinata said...

siiippp,...!!!

lmu ekonomi terkait erat dengan kemakmuran. Bukankah sudah kita ketahui, bahwa ilmu ekonomi adalah bahan kajian yang mempelajari upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.

hidup mas gembol,hehehehe!!!

Anonymous said...

masalahnya, bagemana caranya blajar kalo perut laper..?

mana yang mesti duluan..? pendidikan ato kesejahteraan?

lagian, kecil ato besar anggaran pendidikan, tetap jadi santapan koruptor kan!!!

agungshiro said...

Setuju...kapan butuh penyuaraan masal tuh..