Friday, April 18, 2008

100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL YANG KURANG ASIK!


Barusan mendapat info dari intel KDRI masalah pemilihan logo untuk 100 tahun Kebangkitan Nasional. Logo yang di ACC oleh SBY adalah seperti ini...(padahal ada beberapa alternatif logo lainnya yang menurut pengamatan kami bagus..)

(Keluh), mengapa ya seleranya kok kurang asik...terlalu formil..kaku...sori demori kalau kami katakan kurang greget... Kenapa juga Bendera Indonesianya ada 3..?... Kayak tidak mencerminkan negara kesatuan...

Kenapa ya kita tidak contek negara tetangga seperti Malaysia... tengok sejenak bagaimana mereka mengulik font 50 tahun dengan maniznya...?..

15 Comments:

belajar desain said...

Kalau Kau Mau mengeritik Cari Tahu
KONSEP TERLEBIH DAHULU.

Jangan Berpendapat "Sok Tahu" kalau belum tahu konsepnya.

Sebuah logo tentunya di buat tidak main2 tentunya ada konsep konsepnya.

Kalau saya pikir bendera ada satu ataupun lebih tetap mencerimankan kesatuan Wong benderanya tetep Merah Putih Indonesiaku..

Kalau di dalami lebih dalam logo ini mempunyai makna yang dalam yang bisa melihat mungkin bagi orang yang bisa berfikir jernih tanpa melihat dirinya paling pandai merancang logo.

Melihat ini kok Rasanya anda merasa paling pandai dalam desain mendesain..

Masukan ni buat anda :
kalau mau kritik cari dulu konsep baru kita kritik
jangan kritik tanpa mengetahui konsep

Mengkritik lebih muda daripada membuat.

Yang saya liat ini bukan lah anda memasyarakat mendesain tetapi anda menghakimi andalah yang paling hebat.

mungkin kalau anda yang jadi menteri.. semua yang desainya beseberangan dengan anda akan ada babat habis... dan tidak akan timbul kreativitas..

salam damai
saya bukan guru yang mengurui tentang baik buruk desain
saya bukan maestro yang maestro dalam desain
saya bukan mentri yang mentri membawai desain
saya hanya orang yang suka belajar mendesain

robert said...

saya berpendapat..alangkah indahnya & senangnya apabila logo ini disayembarakan secara luas... baik lewat media elektonik ataupun media cetak (internet, televisi nasional, koran nasional) tentunya dengan secara rutin...

Mungkin akan menemukan desain yang terbaik dan berkesan adil, apalagi kalau penjuriannya mengikutsertakan Presiden...kebanggaan!

Mungkin pada waktu itu tidak ada alternatif desain logo yang cukup banyak (memadai) untuk dipilih... yahh akhirnya yang terpilihpun rancangannya tetap itu-itu juga (saya tegaskan, ini kemungkinan, syukur2 tidak seperti itu kejadiannya), Apabial disimak dengan baik setiap logo yang berkaitan dengan momen kenegaraan..contohnya HUT RI..desainnya..tetap itu2 saja..begitu pula yang ini..tidak jauh beda dengan logo HUT RI yang setiap tahun kita jumpai (hampir sama.."tidak ada inovasi yang unik & istimewa alias monoton"

Seandainya ribuan jiwa rakyat Indonesia bisa ikut serta, maka akan jadi kebanggaan!

Meskipun penghargaan hanya berupa piagam ataupun trophy Preiden...tapi kebanggaan!

Semoga kedepan logo2 pada momen kenegaraan kita, bisa menjadi jauh lebih baik, unik, istimewa karena dibuat dan diikuti oleh ribuan jiwa anak Indonesia... dan menjadi KEBANGGAAN!

starkey said...

@ belajar desain :

Cari konsepnya dimana? Situ tau ga konsepnya apa?

KDRI mendukung kreativitas koq, banyak tuh yang jadi volunteer, hehe..

KEMENTERIAN DESAIN INDONESIA said...

@belajar desain
iya...saya juga ndak tau konsepnya apa...kadang2x saya memposisikan diri sebagai orang awam...jadi mengira2x saja apakah logo ini enak dipandang apa tidak...walaupun maknanya dalem..tapi eksekusinya hambar ya namanya orang awam ndak peduli... :p

huseinisme said...

kalau tidak salah, logo 50th malaysia ku gemilang itu di sayembara kan. knapa pemerintah tidak melakukannya?

m. eR De Ka said...

boleh angkat bicara?

menurut saya,
daripada banyak bicara,
mending langsung saja
didesign seperti apa mau nyah,,,

kalo ternyata lebih bagus,
ya bagus,, haha.

lagipula,
tujuan kita cuma satu.

bikin bangga bangsa negara,
biar gak memalukan di pentas dunia.

gila said...

emang selera yang milih aja katro! mau di kasih design se hebat apa juga tetep aja kalo yang milih ga punya selera bakal milih yang bapuk

screensaver said...

kritik itu biasa..
yang penting, disampaikan dg cara yang baik dan bukan untuk tujuan menjatuhkan seseorang...

bagi yang dikritik kan masih punya pilihan.. mau diterima sebagai masukan, berargumentasi atau dicuekin aja.

tapi juga harus fair, buat yang rajin memberi kritikan (masukan), harus berjiwa besar saat dikritik.

salam

arifaji said...

hehe..baru tahu, khan bapak presiden orang formal, jadi ya gitu dech.

kritik, boleh dan harus tapi kudu membangun gitu he..he.

adem...

Jaka Haris said...

ya udah, kalo gitu kasih solusinya donk! dulu kayaknya KDRI selalu ngasih desain logo yg selalu fresh. kenapa sekarang melempem?

apa sekarang KDRI cuma bisa ngehina aja? gak bisa kasih solusi lagi?

Bapak Pegawai said...

Gue setuju ama pendapat KDRI, logo 100 tahun kebangkitan nasional kayak mensiratkan Indonesia nggak bangkit-bangkit, nggak ada perubahan dari taon ke taon, buktinya logonya monoton dan kaku kayak gitu.
Pendapat untuk disayembarakan??? SETUJU...............!!!!!
Hadiahnya jangan duit atawa barang...
tapi hadiahnya duduk deket RI1 dan RI2 saat upacara Harkitnas.... he..he... (kapan lagi bisa jadi tamu VVIP.... :p

antown said...

saya juga pingin cuap-cuap nih. Kemarin sempat saya dapet kerjaan ngetrace logo ini. Sekedar informasi, teks "indonesia bisa!" menggunakan font times new roman biasa.
kemudian teks "tahun" menggunakan helvetica (kalo nggak salah, saya lupa).
Tapi dari awal saya sudah nggak "waow" melihat desain ini. Hampir mirip seperti logo 50tahun kemerdekaan indonesia, apa benderanya juga ada tiga ya?

piss

simplyos said...

wah2 kritik2 mu tdk berdasar..
mengkritik logo 100 tahun kebangkitan nasional..
apapun bentukny ga masalah yg penting kan konsep dasar visi misi dari logo itu sendiri.. bahwa Indonesia BISA.. dan logo yg dipilih pun menurut saya tidak terlalu formal.. malah berkesan gagah dan tegas..

Indonesia Bisa.. mari kita gunakan momen hari Kebangkitan Nasional ini sebagai awal kebangkitan kita untuk terus berjuang n memberikan yg terbaik bagi bangsa Indonesia...

jangan bermental apa2 mengkritik kebijaksanaan pemimpin bangsa.. gmn kita bersatu utk mewujudkan slogan Indonesia Bisa kalo hal yg jelas obyektif seperti pemilihan logo aj dkritik dgn tdk berdasar hanya krn selera...

KEMENTERIAN DESAIN INDONESIA said...

@simplyos

mas simply.. pemilihan logo 100th itu juga berdasarkan selera Pak SBY lho...sebetulnya alternatif logo lain yang disodorkan ke SBY juga memiliki visi misi yang kurang lebih sama... nah jadi penentuan logo kembali lagi kemasalah selera juga.. jadi selera itu penting :p

aditya said...

Kalo gitu yg buat logonya cerdas, tahu seleranya pak SBY. :)