Thursday, March 08, 2007

DIKNAS

SEBELUM

Waktu kecil saya mengira - ngira, ini logo seperti burung tapi kok gak ada leher dan matanya ya. Ternyata guru saya juga gak bisa ngejawab. Denger kabar sih ini burung sedang megang obor sambil nulis di buku tulis. Bener gak sih?

SESUDAH

Kami coba mengadaptasi dari konsep lama yaitu tetap menampilkan seekor burung, buku dan api. Cuma kali ini burungnya uda siap terbang dengan otak encer se encer api dan dilindungi oleh tameng berbentuk buku berlapis lapis.

26 Comments:

Paman Tyo said...

OOT:

Bagaimana jika para desainer grafis bikin klinik desain untuk rakyat? Anda dong yang mulai... :)

Saya sih bukan desainer. Cuma nonton saja.

didi said...

segilima pancasilanya mana pak mentri? wah ndak sesuai p4 ini

Anang said...

wah bagus bagus gambarnya... smoga diterima

Wisata Lampung said...

walah, menurutku sekarang agak aneh pa menteri, istilah diknas ntu kagak lama dan tergantung menteri yang berkuasa dan penguaanya, jadi lambang nya tidak akan bisa lama.
sepertinya lebih baik mempertahankan yang lama, atau ada terobosan baru, dan saya rasa tak selamanya pendidikan itu harus dengan lambang burung...

Reza Ditya said...

Mas... maaf OOT

mo minta re-design ulang logo GN-OTA Gerakan nasional orang tua asuh
http://www.gn-ota.or.id/

Kebetulan saya ada project tentang GN-OTA, kalo mas bisa redesign saya berterima kasih

http://rezaditya.blogspot.com

Aswad said...

Ada beberapa kritikan dari saya:
1. "Tut Wuri Handayani" nya dibuang?
2. Logo yang baru serasa kurang bernuansa formal
3. Perpaduan warna Biru tua-Biru Muda-Merah-Kuning kurang kontras.
4. Saya baru menyadari, dari logo-logo yang di-redesign pak menteri ada sebuah ketidakadilan: Gambar logo lama sengaja ditampilkan dalam kualitas rendah. Seperti hasil scan kasar atau gambar beresolusi rendah. Biar adil, gambar logo lamanya juga ditampilkan dengan kualitas yang bagus dong.

mukuge said...

kalo tamengnya dari buku, melempem dong pas kena air? :p

Agoest said...

saya kira logo yang baru ok lebih art. tapi kayaknya kok terasa kurang formal. Mungkin pak mentri koreksi lagi diwarna.

doz said...

saya stuju dengan Aswad, kok logo lamanya ditampilkan den low res sih ??? toh walaupun logo lama ditampilkan secara baik, logo pak menteri lebih mak nyossss lah :)

oiya logo diknasnya kok berwarna sekali yah, jadi terlalu funky kalo boleh saya bilang.

Anonymous said...

iseng keliling-keliling blog nemu ini deh nih... itu logo yang lama bukan 1 burungnya pak, tapi 2, coba deh diliat lagi... :) masing-masing burung sayapnya emang cuma sebelah, mungkin karena yang sebelah lagi megang obor? :P

-gugun

jharrvis said...

bagooes... bagoees...

JENNIFER FRENTASIA ~ said...

aq blg kq kurang ya~
kurang keren!
burungnya kgdean trz wrna birunya monoton
dbkin more colourful gmn?

ManunggalinGusti said...

sekalian anda disainkan ulang logo Garuda Pancasila.. sepertinya menurut selera anda logo itu juga sudah kuno. tapi jangan lupa belajar primbon dulu yee... kalo sudah jadi logonya tolong dipresentasikan ke Gusti yo.. kalo bagus nanti ada Gusti nobatkan jadi Presiden disain indonesia..taktungguh

Aris Wibowo said...

kalu tidak salah ya, logo depdiknas, itu bukan burung, tp itu blencong. CMIIW. tahu kan blencong? dan untuk membuat satu logo, akan lebih baik jika mempertimbangkan "karakter" dari logo tsb. logo bukan cuma desain. dan ini yang membuat susah. desain anda bagus, tp kurang berkarakter. salut buat anda. terus berkarya.

ai said...

ada epalanya lagi pak..
yang dua ditengah.. emg gada matanya..
yang naik itu ekornya

pakk tut wuri handayaninya masukin dunk ke unsur..
kan bagus banget filosofinya

jangan hilang kemakan modernisasi

emas di bawah buku tuh apanya ya pak ?

keren2 logonya XD boleh nih dipake

Dewi said...

Pak menteri, anu, eeeee, anuuu, mbok kalo bisa model2 yang ada dilogo pake yang made in indonesia aja, kalo bingung cari modelnya, mmm, anu, anuu saya bersedia koq, sumpah berani kaya mendadak. good luck ya. byeee

divanie said...

Menurut saya logo barunya kurang mencerminkan nasionalisme. Tut wuri Handayani-nya kok dibuang? Lalu apa dasar filosofi dari logo baru itu. Rasanya yang baru kok lebih cocok untuk logo perusahaan komersil.
Tapi bikin logo memang susah, pertimbangannya tidak cuma cantik di lihat, tapi makna, kesan yang ingin disampaikan, harapan dari yang punya logo harus dipertimbangkan. Saya mah cuma bisa ngomong doang. Bagaimanapun good work!

http://ishmaya.blogspot.com

noelleon said...

ini lomba adu bagus logo atau....

logo diknas-nya tidak pantes di jajarkan dengan logo tut wuri handayani pa menteri.

terlihat tidak ada isi yang jelas, saya yakin logo ini tidak memiliki buku panduan yang lengkap atas dasar hasil riset yang benar.

kalo untuk lomba beauty kontes ya sah sah saja tapi kalo untuk di tampilkan sebagai cermin pendidikan nasional sangat memalukan.

maaf pa saya mutlak mengatakan tidak layak.

noelleon said...

anda terlalu berani merubah logo tanpa tahu apa yang anda rubah.

itu memang seekor burung artinya sebagai penyebar berita

itu bukan api tapi lentera anda pasti tahu artinya dan fungsi dari lentera

dan itu memang sebuah buku, dengan posisi terbuka tahukah anda arti sebuah buku dengan posisi ini.

prinsip dasar ini anda tidak paham kenapa anda berani merubah bapak designer terhormat.....

KEMENTERIAN DESAIN INDONESIA said...

@noelleon

terima kasih untuk masukannya mas :P
saran kita tampung.

jantunghati said...

salut buat pak menteri desain indonesia, ndesain terus ya pak (emang kerjaannya kan) nanti kita bantu ngritik dan nyalahin (sori bisanya masih segitu)

imanpotter said...

pak mentri.. tut wuri handayaninya jangan dibuang

jarwood said...

lezaat itu pak, saya punya pengalaman yang sama dengan guru saya, mungkin bentar lagi saya ada diposisi yang ditanya...

Anonymous said...

Saya usul bagaimana jika Pak Mentri tetap mempertahankan logo yang lama untuk menghargai Ki Hajar Dewantoro tapi dengan hi-tech resolution....
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya"

Eveline said...

Lagi bingung bantu anak SD ada tugas cari arti lambang (gambar) itu. Bukan arti dr tut wuri handayani. Heran... disearch gak ada, di website Kemdiknas juga gak ada ya... Itu sebetulnya burung atau obor atau kok utk bulutangkis? (:-D) Dan artinya apa ???

ninequadrat said...

mungkin di masa yang akan datang ornamen2 logo akan digantikan menjadi modern, misalnya buku digantikan dengan pc-tablet, blencong digantikan dengan lampu halogen dsb ya :D