Thursday, January 11, 2007

PENDIDIKAN INDONESIA AYO BERGERAK!


Laporan ini didukung oleh :
Universitas Pelita Harapan
Universitas Indonesia
Universitas Negeri Padang
Universitas Lampung

Mohon beri masukan (di bagian comment) pergerakan apa yang harus dilakukan untuk pendidikan dan kualitas manusia Indonesia ?

15 Comments:

Galm 1 said...

Sebelumnya, commment untuk 'laporan' :

Lebih enak kalau dijadikan lebih minimalis lagi.

Untuk meningkatkan kualitas manusia sendiri harusnya...

(Komentarku dikhususkan untuk pelajar SD-SMU saja, ya...)

- Pemberlakuan jam malam (jadi tidak ada yang melakukan dugem diatas jam 20.00, secara tidak langsung meningkatkan tingkat kedisiplinan karena mereka akan terbiasa untuk bangun lebih pagi.)

- Kurikulum Pembelajaran seharusnya TETAP KURIKULUM 1994 saja (Karena Malaysia sukses memakai Kurikulum tersebut)

- Pendekatan Guru kepada Murid, dan juga pembaharuan metode pengajaran (sang guru harus mengetahui karakteristik si Murid, dan memilih cara penyampaian pelajaran yang tepat untuknya.)

- Jam masuk sekolah dimajukan 2 jam dan jam pulang diundur 2 jam (Jadi masuk pkl. 09.00 dan pulangnya dilebihkan 2 jam. Seperti sekolah di luar negeri, sang siswa tidak akan stress karena diharuskan bangun pagi)

Mungkin hanya itu yang saya bisa sampaikan kepada anda.

pyuriko said...

Hmmm,... biaya utk sekolah masih sangat mahal, masih sangat sulit dijangkau oleh rakyat Indo menengah ke bawah. Kalo bisa sih ada sekolah gratis.

Dan utk kurikulum, janganlah setiap tahun berganti2,...

Maju terus pendidikan Indonesia, smoga bisa mencetak anak2 yg pintar,...

rnrn said...

ahh najis tuh yang ngeberlakuin kurikulum kbk taun lalu! udah taun ini kurikulumnya diganti lagi! kasian juga kan guru2x yang ngajarin.. bingung nyari sumber buku (kaya guru gw)

guru2x negri tuh juga jangan ngajar atas embel2x gaji doang! udah ngajarnya gak profesional, kerjaan tidur mulu klo di kelas. mana tuh kualitas guru negri yang suka di banggabanggain? alah. bullshit abis.

haha sori yess jadi comment protesan gini :P *PISS

bambang said...

wah miris juga ya..jadi malu nih

pecandu said...

1.mungkin basi/klise...cuman dana alokasi tuk pendidikan HARUS dan BISA sebanyak 20%.jangan OMDO. kenapa ngga mulai penghematan dimana,kayak gadji aparat diturunin/dialokasi..mulai dari presiden.SUSAH emang...cuma butuh political will aja.

2.pembenaran infra dan suprastruktur fasilitas pendidikan.

3.banyakin beasiswa.perusahaan swasta banyak.

4.kalo 3 diatas ngga bisa semua...GANTI menteri pendidikan NASIONAL beserta jajarannya.

Hedi said...

1. Biaya pendidikan ditekan serendah mungkin jika tak mungkin dibuat gratis sepenuhnya.

2. Pengajar dan siswa harus sama-sama berbenah. CBSA itu harus benar-benar dijalankan secara ideal. Apapun kurikulum/silabusnya, kalau CBSA berjalan bagus takkan ada masalah.

3. Pemangkasan pajak untuk buku, supaya buku menjadi barang super murah.

ctrlz said...

1.belajarnya sistem project dan research, jgn hapalan dan nyari2 nilai mulu,malah ada yg beli nilai...

2.mata pelajarannya jgn terlalu banyak,kalo perlu...siswa boleh milih....

3.mata pelajaran ppkn, nggak perlu dipelajari tiep tahun .... nggak penting...

4.tiep2 sekolah mungkin butuh pengenalan bimbingan karir sejak dini,dan diarahkan.... dan konsultanya yg bener2 profesional dibidangnya.... jadi nggak buang2 umur murid...

5.sistem british kayanya lebih flexible yah,...

Iman Brotoseno said...

hmm gaji guru dinaikin 1000 %

ardee said...

kalo saya sih punya pemikiran kalo di negara kita tercinta uda jarang ditemukan guru sejati lebih tepatnya hanya seorang pengajar doang mereka ga peduli dengan perkembangan muridnya cuma peduli dengan gaji yang cuma cukup buat seminggu dan para pengajar di negara ini udah semakin sibuk dengan pekerjaan "sampingan" untuk mendapatkan uang yang lebih entah dengan cara halal atau non halal nah kalo uda gitu gimana bisa mencetak generasi muda yang diharapkan bangsa? yang ada juga buat hancurin bangsa. (aga pedes ya?)

Anonymous said...

Hehe Malaysia mah yg pinter orang Chinese-Malaysian ama Indian-Malaysian kalo Orang asli Malaysia sih sama aja kyk orang Indo

Universitas Gajah Mada (UGM) Masuk 100 Besar tuh ... (urutan ke 47)

http://www.ugm.ac.id/downloads/top%20100%20in%20social%20sciences.pdf
http://www.ugm.ac.id/downloads/top%20100%20in%20biomedicine.pdf

dns#cpan.org said...

kalau bisa harga SPP dinaikan agar mutu kualitas pendidikan Indonesia tambah bagus !

jangan berharap pd pemerintah !
niscaya sampai kiamat Indonesia cuma bakal jd negara miskin terus.

..Zoomer' Online Universitas Lampung ::.. said...

Kenapa Saudara2 saling meyalahkan, mulailah berbenah dari diri sendiri.saudara2 sebagai orang tua atau calon orang tualah yang harus bertanggung jawab atas keturunan kalian.

Kasih makan anak anda dg jalan Halal, ajari anak anda tentang kebenaran dan berilah contoh anak anda Kearifan niscaya Bangsa kita akan menjadi lebih berkualitas dan mandiri.

Oya satu lagi Anda sendiri harus mampu berbagi dengan sesama, jagan mentang2 anda pintar jadi suka menggurui karena manusia ditakdirkan dalam hidup ini tidak sama, tapi saya yakin anda yg membaca komen ataupun yang menulis komen mempunyai kelebihan untuk berbagi.

Mulailah belajar saling mengerti, berbagi, dan mengasihi tanpa pandang suku, ras dan agama. Layanilah orang lain sebagai mana anda ingin dilayani oleh orang lain.

Kurasa Dunia kita akan damai.

Anonymous said...

dari padang neh bos, makasih dah desain logo UNP. two thumbs up

www.AlienMars.com

Arif said...

turunkan harga buku dan naikkan harga komik, tingkatkan disiplin sejak dini dari atas hingga ke bawah. jangan munafik.

Gimson said...

Mungkin ini adalah imbas dari kepindahan anak2 pintar Indonesia ke perguruan tinggi di luar negeri yang lebih berkualitas. Yang tersisa tinggal anak2 yang kurang pintar, misalnya seperti saya ini yang cuma pas-pasan.

Tapi yang jelas, problem utama musti difokuskan kembali. Pertumbuhan penduduk harus dijaga. Soeharto berhasil fokus di sini sehingga imbas positifnya terasa. Jumlah penduduk menjadi kunci.

Lha kalo jumlah penduduk terus membumbung, mau dana pendidikan dikucurkan berapapun jadi blawong.

Pendidikan buruk Indonesia juga terkait dengan pangsa pasar industri. Kalo industri gak butuh pakar beneran, maka institusi pendidikan pun akan mengikuti. Ini namanya link and match ... hehehehe